TERKINI  
   
  • Gubernur Sumatera Selatan menyampaikan visi-misi masa jabatan 2018-2023 di Rapat Paripurna Istimewa XXVI DPRD Provinsi Sumsel, Senin (8/10/2018). Visi Sumatera Selatan Maju Untuk Semua dan lima misi yaitu pertama Membangun Sumatera Selatan, berbasis ekonomi kerakyatan yang didukung oleh sektor pertanian, industri dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan diperkotaan maupun pedesaan, kedua meningkatan SDM baik laki-laki maupun perempuan yang sehat, berpendidikan, profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran dan integritas, ketiga mewujudkan tata kelola pemerintah yang bebas KKN dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintah yang jujur, berintegritas, profesional dan responsif. Misi yang keempat yaitu membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, termasuk infrastruktur dasar guna percepatan pebangunan wilayah pedalaman dan perbatasan, untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk, serta mewujudkan daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah, dan kelima meningkatan kehidupan beragama, seni dan budaya untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamis dan berbudaya dengan ditopang fisik yang sehat melalui kegiatan olahraga, sedangkan pengembangan pariwisata berorientasi pada pariwisata religius.

Berita Sumsel
| Back

Rabu, 09 Oktober 2019 (23:22)

Bentuk Keseriusan Sumsel Kendalikan dan Cegah Karhutla Akan Gelar FGD

Palembang, sumselprov.go.id -- Bentuk keseriusan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dalam hal pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ada di Sumatera Selatan disampaikan Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Pemprov. Sumsel Akhmad Najib ketika memimpin rapat persiapan Focus Group Discussion (FGD) Pengendalian dan Pencegahan Karhutla.  Acara berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Prov. Sumsel, Jalan Kapten Rivai Palembang, Rabu (09/10/2019).

Dalam arahannya Akhmad Najib mengatakan karhutla di Sumatera Selatan senantiasa terjadi setiap tahunnya. Karhutla terbesar terjadi pada tahun 2015, dan dalam derajat yang hampir mendekati sama meski berbeda terjadi pada tahun 2019, dimana kebakaran terjadi terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, Pali dan lain lain.

Jika kebakaran terjadi di lahan gambut dalam, maka akan kesulitan untuk mengendalikan api, meski menggunakan water boombing tetap mengalami kesulitan dalam memadamkan api, kecuali mengucurnya hujan yang sangat intensif.

Berbagai faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan baik karena prilaku manusia maupun karena alam, seperti karena El Nino atau kemarau panjang dan kondisi udara kering yang dapat menyebabkan biomassa menjadi kering sehingga dapat memicu kebakaran hutan dan lahan

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan sudah terpantau dari titik api yang muncul. Sejak bulan Januari hingga Agustus 2019, sebagaimana yang dicatat oleh Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan), jumlah titik api sebanyak 1.530 yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Sedangkan jumlah lahan yang terbakar seluas 2.232,78 hektar yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, yaitu; Kabupaten Ogan Ilir seluas 329,03 hektar, Penukal Abab Lematang Ilir seluas 146 hektar, OKI seluas 84,5 hektar, Banyuasin seluas 44,25hektar, Musi Rawas 14,5 hektar. Muara Enim 5 hektar, Pagar Alam 3 hektar, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terdapat 2 hektar, Lahat 2 hektar, Lubuk Linggau 0,5 hektar dan Kabupaten Musi Banyuasin seluas 1.600 hektar.

Namun, menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas hutan dan lahan yang terbakar di Sumatera Selatan, dalam rentang bulan Januari hingga Agustus 2019, seluas 11. 826 hektar

Dalam rapat ini juga dibahas tentang maksud dan tujuan akan dilaksankan FGD Pengendalian dan Pencegahan Karhutla, kesiapan setiap OPD dan juga tentang komitmen antara pemerintah daerah yang rawan karhutla yang akan dilakukan pada saat acara berlangsung  yaitu tanggal 16 Oktober 2019 bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

FGD tersebut akan diikuti sekitar 150 peserta terdiri dari Bupati/Kapolres/Danramil/Pelaku Bisnis (OKI, Muba, Banyuasin, Mura, Muratara, Muara Enim, Pali, dan Ogan Ilir), Masyarakat Peduli Api, Masyarakat Desa Gambut (OKI, Muba, Banyuasin, Mura, Muratara, Muara Enim, Pali dan Ogan Ilir), Mahasiswa Peduli Asap, Walhi Sumatera Selatan, serta Panitia dan undangan

 

Dalam FGD nantinya akan menampilkan pembicara dari  Badan Restorasi Gambut RI, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Dirjen Penegakkan Hukum KLHK. Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel dan Ketua GAPKI Sumsel

Turut hadir Kepala TRGD Sumsel, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas DLHP dan Kepala Bidang, Kepala BPBD berserta para kabid, Kepala Bidang e-gov Diskominfo Prov.Sumsel, Staf Khusus Gubernur bidang Media, Sekretaris TRGD Sumsel, Biro Umum, Biro Humas Protokol dan Praktisi.

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY