TERKINI  
   
  • Gubernur Sumatera Selatan menyampaikan visi-misi masa jabatan 2018-2023 di Rapat Paripurna Istimewa XXVI DPRD Provinsi Sumsel, Senin (8/10/2018). Visi Sumatera Selatan Maju Untuk Semua dan lima misi yaitu pertama Membangun Sumatera Selatan, berbasis ekonomi kerakyatan yang didukung oleh sektor pertanian, industri dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan diperkotaan maupun pedesaan, kedua meningkatan SDM baik laki-laki maupun perempuan yang sehat, berpendidikan, profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran dan integritas, ketiga mewujudkan tata kelola pemerintah yang bebas KKN dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintah yang jujur, berintegritas, profesional dan responsif. Misi yang keempat yaitu membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, termasuk infrastruktur dasar guna percepatan pebangunan wilayah pedalaman dan perbatasan, untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk, serta mewujudkan daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah, dan kelima meningkatan kehidupan beragama, seni dan budaya untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamis dan berbudaya dengan ditopang fisik yang sehat melalui kegiatan olahraga, sedangkan pengembangan pariwisata berorientasi pada pariwisata religius.

Berita Sumsel
| Back

Jumat, 26 April 2019 (16:26)

Sumsel akan Aplikasikan Big Data untuk Sistem Data Statistik Terintegrasi

Palembang, Sumselprov.go.id- Workshop Big Data for Smart Government di Ruang Pertemuan Lantai 4  Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Sumsel, Jumat, 26/4. Sistem satu data (Big Data) adalah istilah yang menggambarkan volume data yang besar, baik data yang terstruktur maupun data yang tidak terstruktur.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, M.M mengatakan sistem satu data akan membentuk Sistem Data Statistik Terintegrasi (SimDaSi) yang selaras dengan perkembangan teknologi dan internet yang sangat cepat.

“Saat ini data dapat berubah dengan cepat per detiknya,” katanya.  Perkembangan inovasi yang ada di setiap OPD juga perlu didukung dengan kebutuhan informasi oleh karena itu perkembangan inovasi pada setiap OPD juga membutuhkan update informasi yang seimbang.

Pengumpulan data dapat berasal dari sensus, data sektoral dan administrasi. Dan dengan SimDaSi maka akan ditemui beberapa perolehan data yang lebih mudah dan efisien.

“Simdasi diharapkan dapat memudahkan penggunanya untuk mengakses dan mendapatkan data biar tidak terjadi kebingungan lagi,” katanya.  

Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan komitmen dan keaktifan dari setiap OPD di lingkungan Pemprov Sumsel untuk bekerja sama mewujudkan Big data for Smart Government. Satu data Indonesia harus segera dimulai dari desa hingga ke Pemerintah Pusat (bottom to up).

Big data akan mempermudah perolehan data dari sisi kecepatan, baik dalam bentuk video, grafik dan sebagainya. “Kita harus mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi agar tidak jadi kolonial dan begitu2 saja,” ungkapnya.

Pengelolaan data yang baik akan berperan dalam mewujudkan Provinsi yang dapat mengimplementasikan teknologi Informasi dan Komunikasi  pada layanan publik di bidang pemerintahan secara efektif.

Sementara itu, Associate Professor Politeknik Statistika STIS, Jakarta, Setia Permana, mengatakan semua OPD, Pemerintahan Daerah, dan parlemen harus memiliki data statistik yang berkualitas.

“Kualitas data haruslah akurat, relevan, dan mudah diakses. Sehingga dengan big data kita mengharapkan akan membentuk pemerintahan yang lebih baik,” ucapnya.

Secara umum, ada tiga hal manfaat big data yaitu kita bisa memberikan data ke masyarakat dengan cepat dan mudah. Selain itu, big data dapat memudahkan dalam pembuatan kebijakan karena pembuatan indikator dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.

“Big data akan memberikan kedekatan dengan masyarakat. Karena teknologi itu memudahkan dan akan meningkatkan produktivitas kerja,” ujarnya.

Menambahkan, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Jon Kenedy, berharap agar kedepannya akan adanya pelatihan bersama untuk mengoptimalkan pemanfaatan SimDaSi antara staf BPS dan Kominfo.

BPS dan Kominfo bekerja sama dan berkomitmen untuk mengelola data dengan sumber yang akurat untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak merata.

“Jika kita ada regulasi dan keinginan pemanfaatan data, BPS adalah lembaga yang validitas datanya dapat dipercaya,” katanya.  

Big data akan mempermudah berjalannya sistem pemerintahan yang dapat menjalankan layanan masyarakat berbasis elektronik. Dalam bidang administrasi pemerintahan juga menangani layanan kesehatan, transportasi, pendidikan, dan sebagainya.

Acara ini dihadiri oleh Kepala BPS Kab Kota Sumsel, Kepala OPD Pemprov Sumsel, dan staf BPS Provinsi Sumsel.  Dilaksanakan dengan metode diskusi dan tanya jawab.

Kesimpulan dari acara ini yaitu big data dapat digunakan menjadi pelengkap official statistik, dan dapat dijadikan sebagai sumber data. Serta big data juga dapat dikelola dengan baik karena berkaitan dengan privasi publik.

MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE / TM