TERKINI  
   

Berita Nasional
| Back

Senin, 15 April 2019 (19:54)

Menko Polhukam Gelar Rakor Persiapan Akhir Pengamanan Pemilu 2019

Jakarta, Sumselprov.go.id – Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menggelar rapat koordinasi kesiapan akhir dalam rangka pengamanan tahapan pemungutan dan perhitungan suara Pileg dan Pilpres 2019.

Rapat yang digelar di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin, (15/04/2019); dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, Kepala BIN Budi Gunawan, tiga kepala staf angkatan, Mendagri, dan Menkominfo Rudiantara, Badan Siber dan Sandi Negara dan Komisi Pemilihan Umum serta perwakilan lembaga dan kementerian terkait.

Rapat itu mengundang aparat keamanan, penyelangara pemilu di seluruh daerah melalui "Video Conference".

Dalam pembukaan rapat, Wiranto mengatakan rapat digelar dalam rangka melakukan kesiapan akhir dalam pengamanan Pemilu serentak 2019 pada 17 April 2019, mulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga proses penghitungan suara.

"Hari ini kita menggelar rapat koordinasi secara menyeluruh baik tingkat pusat maupun tingkat daerah. Kita bersyukur pada akhirnya kita sampai kepada penghujung hari H saat jutaan rakyat Indonesia serentak akan memberikan suaranya atau hak pilihnya," kata Wiranto.

Ia juga bersyukur bahwa tahapan Pemilu sebelumnya telah dilaksanakan dengan baik, yakni kampanye terbuka yang digelar dengan aman dan lancar.

"Oleh karena itu pertama-tama saya akan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang mempunyai satu tugas sebagai pemangku kepentingan baik kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri serta komponen masyarakat lainnya yang telah membantu mengamankan proses tahapan pemilu," kata mantan Panglima ABRI ini.

Semua elemen masyarakat, baik pimpinan parpol, para kontestan dan para relawan yang menghadirkan satu kondisi yang tetap mengedepankan persatuan bangsa.

Dia menginstruksikan kepada seluruh aparat keamanan agar pro aktif mengamankan setiap TPS dengan cara membuka mata dan telinga jika ada potensi ancaman selama proses pencoblosan hingga perhitungan surat suara.

"Kalau masih ada indikasi dari pihak tertentu yang mengganggu dan mengancam jalannya pemilu, segera temukan. Cari, temukan dan netralisir cepat dan segera. Jangan sampai kita terlambat," kata Wiranto.

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/PE