TERKINI  
   
  • Gubernur Sumatera Selatan menyampaikan visi-misi masa jabatan 2018-2023 di Rapat Paripurna Istimewa XXVI DPRD Provinsi Sumsel, Senin (8/10/2018). Visi Sumatera Selatan Maju Untuk Semua dan lima misi yaitu pertama Membangun Sumatera Selatan, berbasis ekonomi kerakyatan yang didukung oleh sektor pertanian, industri dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan diperkotaan maupun pedesaan, kedua meningkatan SDM baik laki-laki maupun perempuan yang sehat, berpendidikan, profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran dan integritas, ketiga mewujudkan tata kelola pemerintah yang bebas KKN dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintah yang jujur, berintegritas, profesional dan responsif. Misi yang keempat yaitu membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, termasuk infrastruktur dasar guna percepatan pebangunan wilayah pedalaman dan perbatasan, untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk, serta mewujudkan daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah, dan kelima meningkatan kehidupan beragama, seni dan budaya untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamis dan berbudaya dengan ditopang fisik yang sehat melalui kegiatan olahraga, sedangkan pengembangan pariwisata berorientasi pada pariwisata religius.

Berita Sumsel
| Back

Sabtu, 02 Februari 2019 (15:01)

Jalan Lahat-Pagaralam Putus, Gubernur Langsung Telpon Kepala BBPJN V

#Minimal Satu Minggu Jalan Sudah Bisa Dilewati

 

Palembang Sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Plt Kepala Dinas PUBM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Darma Bhudi  memastikan paling lambat satu pekan, jalan Lahat -Pagaralam yang putus Sabtu (2/2) dini hari akan bisa dilewati kembali oleh kendaraan. Hal itu diungkapkannya usai membuka Try Out Akbar 2019 di PSCC, Sabtu (2/2) pagi.

" Iya itu jalan negara. Saya sudah langsung telepon Kepala  Balai Badan Pelaksana Jalannya. Mudah-mudahan selesai dan bisa dilewati lagi sebelum 1 minggu," jelas Herman Deru.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUBM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Darma Bhudi menjelaskan bahwa setelah mendapatkan informasi kejadian pukul 02.00 wib dinihari pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar. 

Menurut Bhudi putusnya jalan tersebut diakibatkan adanya tanah di badan jalan yang mengalami erosi. Hal itu dipicu keberadaan air yang berada di bawah badan jalan yang menyusup ke badan jalan. Karena itu meski pekan depan jalan tersebut sudah bisa kembali dilewati namun dibatasi untuk kendaraan tertentu. Jalan tersebut menurutnya amblas dengan kedalaman hingga 15 meter.

"Paling lambat minggu depan bisa dilewati. Dalam artian ini untuk kedaraan tertentu maksimal berat 8 ton, untuk truk-truk besar sementara tidak bisa," jelasnya.

Saat ini jelas Bhudi Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar sudah langsung turun ke lokasi kejadian dengan membawa material untuk perbaikan. Agar jalan ini kembali bisa segera dilalui mereka kata Budhi juga akan membuat box culvert ( sejenis gorong-gorong cor) untuk mengalirkan air yang ada.

"Tugas kami untuk sementara ini mengalihkan lalu lintas ke Jalan Provinsi Jalan Siban menuju Simpang Bacang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres agar lalu lintas kendaraan dari persimpangan atas bisa diantisipasi supaya terkendali," jelas Bhudi. 

Selain itu mereka juga sudah menugaskan UPTD setempat untuk standby di lokasi kejadian di Jalan Lintas Lahat Pagaralam Desa Jati. Dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan, Bhudi juga mengimbau agar warga dan pengendara pengguna jalan lebih berhati-hati mengingat di daerah sekitar lokasi memang cukuo rawan terjadi erosi dan longsor.

Seperti diketahui Sabtu dinihari sekitar pukul 02.00 wib, jalan lintas yang menghubungkan Lahat Pagaralam di Kecamatan Pulau Pinang desa Jati putus. Musibah ini membuat akses jalan tak bisa dilewati kendaraan sama sekali baik roda dua maupu  roda empat. Amblasnya jalan ini diperkirakan akibat curah hujan yang sering belakangan sehingga membuat kondisi tanah labil.

 

MC Diskominfo Prov. Sumsel/ FS

Sumber            : Humas Pemprov. Sumsel